Pada tanggal 21 Oktober 2024, SD Negeri 20 Mentok menjadi tuan rumah kegiatan berbagi praktik baik yang saya adakan bersama teman-teman guru dari SD N 20 Mentok, SD N 14 Mentok, SD 3 , SD 4 , dan SD 14 Simpang Teritip. Pada kesempatan ini, saya memperkenalkan sebuah inovasi pembelajaran yang saya kembangkan, yaitu game edukasi JEMARI, yang merupakan singkatan dari Jelajah Keanekaragaman Hayati Indonesia.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. JEMARI hadir sebagai media pembelajaran interaktif untuk mengenalkan kekayaan flora dan fauna nusantara kepada siswa sekolah dasar. Melalui permainan ini, siswa diajak menjelajah berbagai ekosistem di Indonesia, mengenal jenis-jenis tumbuhan dan hewan, serta memahami pentingnya melestarikan alam sekitar.
Kegiatan berbagi praktik baik ini diikuti oleh guru-guru dari berbagai sekolah, termasuk SD 14 Mentok, SD 3 Mentok, SD 4 Mentok, dan SD 14 Simpang Teritip. Dalam sesi diskusi, kami saling bertukar pikiran dan pengalaman tentang bagaimana game edukasi seperti JEMARI dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum, serta cara-cara menarik untuk melibatkan siswa dalam pembelajaran yang interaktif dan penuh makna.
Para peserta sangat antusias dengan konsep JEMARI yang tidak hanya memberikan pembelajaran akademis, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai lingkungan dan pelestarian alam kepada siswa. Banyak guru yang melihat potensi besar dari game ini untuk menjadi alat bantu yang efektif dalam pembelajaran tematik, terutama yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan pendidikan karakter.
Berikut cuplikannya!
Dampak dan Harapan ke Depan
Setelah presentasi dan uji coba game JEMARI, para guru dari berbagai sekolah menyatakan ketertarikan mereka untuk mengadopsi dan menerapkan permainan ini di kelas masing-masing. Beberapa peserta bahkan berencana untuk memodifikasi JEMARI agar sesuai dengan konteks lokal sekolah mereka, sehingga materi yang disampaikan lebih relevan dengan lingkungan siswa.
Dengan adanya kegiatan berbagi praktik baik ini, saya berharap JEMARI dapat digunakan secara luas di berbagai sekolah, tidak hanya di Mentok, tetapi juga di seluruh Indonesia. Melalui JEMARI, kita dapat menanamkan kecintaan terhadap alam dan kesadaran akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati kepada generasi muda, agar mereka menjadi garda depan dalam upaya pelestarian lingkungan di masa depan.

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar