29 Oktober 2024

Ini Dia, Rencana Aksi Saya Sebagai Sahabat Teknologi! Manusia Merencanakan, Tuhan Menggariskan!


Dalam rentang waktu 14-28 Oktober 2024, saya berkesempatan menjalankan Action Plan sebagai Sahabat Teknologi 2024 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam kegiatan ini, saya berbagi praktik baik pelaksanaan pembelajaran berpusat pada murid dengan media pembelajaran yang dikembangkan pada level 3 PembaTIK serta berbagai platform teknologi pendidikan lainnya. Misi saya adalah memperluas penerapan teknologi kreatif dalam pembelajaran, berkolaborasi bersama para guru di berbagai sekolah, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses internet di Kabupaten Bangka Barat.

Sesi berbagi ini dilakukan dalam bentuk tatap muka dan tatap maya. Salah satu pengalaman paling bermakna adalah saat mengunjungi sekolah-sekolah di pesisir. Di sana, saya menyaksikan antusiasme luar biasa dari para guru yang semangatnya untuk terus belajar tak terbatas, meskipun akses internet sangat terbatas. Mereka sangat bersemangat mempelajari strategi dan media pembelajaran berbasis digital yang dapat diadaptasi sesuai kondisi sekolah masing-masing.

Namun, refleksi dari perjalanan ini menunjukkan bahwa capaian jumlah peserta belum sepenuhnya sesuai target. Beberapa faktor yang mungkin memengaruhinya termasuk kesibukan guru dengan berbagai kegiatan yang padat, serta waktu penyelenggaraan yang bertepatan dengan webinar sejenis. Kondisi ini menjadi pembelajaran penting dalam merencanakan kegiatan di masa depan, khususnya dalam penentuan waktu dan metode yang lebih fleksibel agar lebih banyak guru dapat terlibat.

Harapan saya, kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak guru untuk terus mengembangkan keterampilan digital dan mendukung pembelajaran berbasis teknologi yang efektif, kreatif, dan berpusat pada murid. Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat jejaring antarpendidik, mendorong pertukaran ide, dan membangun generasi pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.


28 Oktober 2024

Vlog Perjalanan Menjadi Sahabat Teknologi 2024

Selamat datang di kisah perjalanan saya sebagai Sahabat Teknologi 2024! Dalam video ini, saya mengajak Anda mengikuti pengalaman saya menerapkan pembelajaran berbasis digital menggunakan media kreatif yang saya kembangkan di level 3, hingga rangkaian kegiatan berbagi praktik baik di level 4. Perjalanan ini penuh dengan tantangan, kolaborasi, dan semangat berbagi untuk menginspirasi lebih banyak guru di berbagai daerah.

27 Oktober 2024

Kegiatan CILOK: Cerita Santai Lewat TikTok Bersama Para Sahabat Teknologi



Tepat hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2024, saya bersama para Duta Canva yang juga Sahabat Teknologi 2024 mengadakan kegiatan CILOK: Cerita Santai Lewat TikTok, sebuah sesi berbagi yang berlangsung seru dan santai dari pukul 19.30 hingga 21.00. Melalui live streaming TikTok, kami berbincang tentang berbagai praktik baik, mengelola waktu untuk mengembangkan media pembelajaran, serta kesan dan pesan inspiratif sebagai Sahabat Teknologi yang juga menjadi Duta Canva. Mereka adalah Suhardy dari Jambi, Renilda Aphua dari Kalimantan Barat, Fika Prayogo dari SILN Jeddah, Afillia Sari dari Sumatera Barat serta dimoderatori oleh Abdul Haris Duta Canva dari Jakarta.

Berkolaborasi dengan Para Duta Canva yang sekaligus Sahabat Teknologi 2024


Praktik Baik dan Pengelolaan Waktu

Kami berbagi berbagai cara inovatif dalam mengelola waktu agar bisa mengembangkan media pembelajaran dengan efektif. Seperti yang diungkapkan beberapa sahabat, penting untuk memiliki target mingguan serta membuat to-do list agar tetap fokus, terlebih di tengah kesibukan mengajar. Praktik baik yang dibagikan di sesi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi guru lainnya dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik.

Kesan dan Pesan Inspiratif Meskipun acara ini hanya diikuti oleh para Sahabat Teknologi dan Duta Canva, semangatnya terasa luar biasa. TikTok, sebagai platform yang sering digunakan siswa, menjadi sarana unik dan menyenangkan untuk berbagi ilmu. Para peserta juga berbagi pesan penting, salah satunya adalah terus berkarya dan belajar tanpa lelah. Kami yakin bahwa sebagai pendidik, kreativitas dan semangat belajar yang kami tunjukkan akan menginspirasi siswa untuk melakukan hal yang sama.

Acara CILOK ini membuktikan bahwa berbagi praktik baik bisa dilakukan di mana saja, dengan cara yang sederhana, namun penuh makna. Terima kasih kepada semua sahabat yang sudah berbagi inspirasi di kegiatan ini!


Jangkauan Viewers




Webinar BANYAK BATIK: Kolaborasi Sahabat Teknologi Bangka Belitung, NTT, dan Yogyakarta



"Kalau murid tidak bisa mengikuti cara guru mengajar, berarti guru harus menyesuaikan cara murid belajar!" 

Begitu tegas Prof. Gorky Sembiring pada kegiatan Webinar BANYAK BATIK pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Pada hari weekend itu, saya dan rekan-rekan Sahabat Teknologi dari Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Yogyakarta mengadakan webinar BANYAK BATIK—sebuah acara berbagi praktik baik yang berlangsung secara virtual, dan disiarkan langsung melalui Facebook. Meskipun peserta yang hadir berjumlah 49 orang, sedikit di bawah target awal, acara ini tetap berjalan dengan penuh semangat dan inspirasi.

Sorotan: Kehadiran Prof. Gorky Sembiring Kehadiran Prof. Gorky Sembiring, Guru Besar FKIP Universitas Terbuka, menjadi momen yang sangat berharga dalam webinar ini. Dalam sesi pembukaan, Prof. Gorky memberikan arahan yang begitu mendalam kepada seluruh peserta untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan diri sebagai pendidik. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang 4AN—Berkesan, Kasmaran, Kerasan, dan Ketagihan. Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa penggunaan teknologi harus membawa dampak yang lebih dari sekadar alat bantu, tetapi juga sebagai cara untuk menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan menyenangkan bagi siswa.

Berbagi Praktik Baik: Inovasi Media Pembelajaran Dalam sesi berbagi, saya bersama rekan-rekan dari tiga provinsi mempresentasikan berbagai media pembelajaran yang telah kami kembangkan, baik melalui proses kreatif individu maupun kolaboratif. Setiap media ini dirancang untuk menjadikan pembelajaran lebih berpusat pada siswa dan mampu merespons kebutuhan yang berbeda di masing-masing daerah. Beberapa di antaranya adalah media yang berfokus pada interaksi aktif siswa, pemanfaatan platform digital, serta penggunaan aplikasi yang dirancang agar siswa dapat belajar dengan lebih terlibat dan antusias.

Pesan dan Kesan Acara Meski jumlah peserta belum memenuhi target, antusiasme dalam sesi diskusi terasa sangat mendalam. Banyak peserta yang terlibat aktif, baik dalam sesi tanya jawab maupun melalui komentar pada live streaming Facebook. Hal ini menunjukkan bahwa semangat berbagi dan belajar bersama tetap kuat, sekalipun dalam keterbatasan. 


  Rekap Presensi dan Umpan Balik Peserta Webinar BANYAK BATIK


Webinar ini bukan hanya tentang berbagi praktik baik tetapi juga memperluas cakrawala pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan lintas provinsi. Terima kasih kepada seluruh peserta dan pembicara yang telah berpartisipasi, dan tentunya kepada Prof. Gorky yang memberikan inspirasi luar biasa. Semoga semangat BANYAK BATIK ini terus menyala dan membawa lebih banyak inovasi untuk pendidikan Indonesia.


Rekaman Video, simak di sini!

24 Oktober 2024

SABARA Semarak Berbagi Sahabat Teknologi 2024 Lintas Provinsi

**Kegiatan SABARA: Semarak Berbagi Sahabat Teknologi 2024**

Pada Jumat, 25 Oktober 2024, pukul 13.00 WIB, kami mengadakan webinar SABARA (Semarak Berbagi Sahabat Teknologi 2024), yang menghadirkan sejumlah guru dari berbagai wilayah, termasuk NTT dan daerah lainnya. Kegiatan ini berlangsung seru dan penuh antusiasme, berfokus pada berbagi inovasi dan praktik baik dalam pendidikan berbasis teknologi.

Webinar ini dibuka dengan keynote speaker Kepala BGP Provinsi NTT, yang menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya inovasi dalam pembelajaran di era digital. Beliau menekankan bahwa teknologi dapat mendekatkan kita dengan siswa, bahkan di daerah yang memiliki tantangan geografis seperti NTT. Melanjutkan sesi utama, hadir pula Duta Teknologi NTT yang berbagi praktik baik, memberikan wawasan mengenai cara-cara efektif mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas agar lebih menarik dan inklusif.

Sesi berbagi dari Sahabat Teknologi juga menjadi sorotan, di mana kami membagikan pengalaman menggunakan berbagai platform dan aplikasi, serta teknik kolaboratif dalam pembelajaran. Banyak peserta yang terlibat aktif dalam sesi tanya jawab, berbagi kendala serta pengalaman mereka dalam menerapkan teknologi, khususnya di daerah dengan akses terbatas.

Diikuti oleh 43 peserta

Kegiatan ini memberikan harapan baru dan menegaskan bahwa teknologi adalah jembatan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri. Antusiasme para peserta, terutama dari NTT, menegaskan semangat untuk terus belajar dan berinovasi demi pendidikan yang lebih inklusif dan bermakna. 

Terima kasih kepada semua sahabat teknologi yang telah berpartisipasi dan berbagi inspirasi di SABARA!

Si KETEM Online bersama Guru-guru Yayasan Tunas Karya




Pada hari Kamis, 24 Oktober 2024, Webinar Si Ketem (Sesi Berbagi Kreasi Teknologi dan Pembelajaran) sukses digelar dengan mengusung tema inovasi dalam pembelajaran digital. Acara ini mempertemukan 88 peserta yang berasal dari berbagai sekolah, terutama dari jenjang SD di bawah naungan Yayasan Tunas Karya, mencakup 17 SD dari Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.


Preview File di Google Drive

Kegiatan dimulai tepat pukul 14.00 WIB

, dibuka dengan sambutan dan penguatan dari RD. Servarsius Samuel, M.Psi. Psikolog, Ketua Yayasan Tunas Karya. Beliau menyampaikan pentingnya teknologi dalam pendidikan modern, menekankan bahwa inovasi digital bukan hanya soal penggunaan alat, tetapi juga bagaimana guru mampu mengintegrasikan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih kreatif dan efektif.

Sesi 1 Bersama Renilda Aphua, Sahabat Teknologi Kalimantan Barat 2024


Selanjutnya, sesi berbagi pengalaman diisi oleh dua narasumber yang sudah tidak asing lagi dalam dunia pendidikan digital, yaitu Saya, Suwito (Guru SD Santa Maria Mentok, Sahabat Teknologi 2024 Kepulauan Babel) dan Renilda Aphua (Guru SMP Santo Alberthus Ketapang, Sahabat Teknologi 2024 Kalimantan Barat). Keduanya berbagi praktik baik dalam memanfaatkan media platform digital yang dikembangkan pada level 3 PembaTIK untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa masa kini.

Saya, dalam paparannya, menekankan pentingnya kreativitas guru dalam menggunakan teknologi agar siswa lebih aktif terlibat dalam pembelajaran. Beliau juga menunjukkan beberapa contoh aplikasi Canva yang bisa digunakan untuk membuat materi ajar yang menarik secara visual.

Sementara itu, Renilda Aphua membagikan pengalaman implementasi teknologi di ruang kelasnya, khususnya dalam mengelola pembelajaran jarak jauh dan cara menjaga interaksi dengan siswa melalui platform digital. Teknik-teknik yang ia bagikan menginspirasi banyak peserta, terutama bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan dengan efektif meskipun di tengah keterbatasan sumber daya.

Webinar ini berhasil mengundang antusiasme besar dari para peserta, terlihat dari sesi tanya jawab yang berjalan aktif. Banyak guru yang penasaran dengan langkah-langkah konkret dalam menerapkan teknologi di sekolah masing-masing dan bagaimana menghadapi tantangan yang ada.

Dengan berakhirnya sesi ini, para peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan dan inspirasi baru yang siap diaplikasikan dalam proses pembelajaran di sekolah. Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut dan semakin memperkuat kolaborasi antar pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui inovasi teknologi.

Tidak lupa, foto bersama dulu ya

Webinar Si Ketem kali ini menandai langkah penting menuju pendidikan yang lebih modern dan inklusif, di mana teknologi dan kreativitas menjadi kunci keberhasilan. Kami berharap lebih banyak lagi sesi berbagi inspiratif yang dapat diikuti oleh para guru di seluruh Indonesia.

Salam inovasi dan sampai jumpa di acara berikutnya!

Oh ya di bawah ini, potongan saat saya presentasi praktik baik ya... ini posisi sedang di Pulau Leebong, Belitung, saat sedang ada kegiatan rekoleksi. Di tengah kepadatan kegiatan, sempatkan diri berbagi melalui jalur daring.

Berbagi Praktik Baik Lewat Siaran LIVE Instagram: Pengalaman Baru yang Seru

Selasa, 22 Oktober yang lalu, saya mencoba sesuatu yang berbeda untuk berbagi praktik baik—yakni melalui siaran LIVE di Instagram. Berkolaborasi dengan salah satu rekan guru, kegiatan ini kami lakukan dengan memanfaatkan Instagram kombel Caritaau. Walaupun biasanya saya lebih sering menggunakan platform seperti aplikasi web meeting untuk kegiatan berbagi, kali ini saya memilih media sosial untuk memperluas jangkauan dan memberikan pengalaman yang lebih santai namun tetap informatif.



Siaran LIVE Instagram: Cara Baru untuk Berbagi Siaran ini mungkin tidak ramai ditonton—hanya ada sekitar 10 orang yang bergabung—tetapi pengalaman ini tetap sangat seru dan berkesan. Dengan menggunakan Instagram, saya dapat berbagi informasi dan praktik baik secara langsung kepada audiens yang mungkin belum pernah mengikuti sesi berbagi lewat platform lain. Siaran LIVE terasa lebih interaktif karena penonton bisa langsung mengajukan pertanyaan dan memberikan komentar secara real-time.

Media Sosial sebagai Alat Pembelajaran Walaupun berbeda dari sesi berbagi yang biasa saya lakukan dengan aplikasi meeting, menggunakan Instagram terasa menyegarkan. Ini menunjukkan bahwa media sosial juga bisa menjadi alat yang efektif untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, terutama di era digital seperti sekarang. Penonton bisa menikmati materi tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan, cukup dengan membuka Instagram dan bergabung dalam siaran langsung.

Semangat Berbagi, Meski Penonton Terbatas Meskipun penonton yang hadir tidak banyak, kualitas interaksi tetap terasa sangat baik. Mereka yang bergabung sangat antusias dan aktif berpartisipasi, baik melalui kolom komentar maupun pertanyaan yang diajukan. Ini membuktikan bahwa meskipun audiens tidak selalu besar, berbagi tetap bisa berjalan efektif dan bermanfaat.

Menggunakan siaran LIVE di Instagram untuk berbagi praktik baik adalah pengalaman baru yang menyenangkan dan memberikan sudut pandang berbeda dalam memanfaatkan teknologi. Walaupun berbeda dari aplikasi web meeting yang lebih formal, Instagram menawarkan keunikan tersendiri dalam hal kecepatan dan interaktivitas.

Saya berharap ini bisa menjadi alternatif menarik bagi para pendidik lainnya untuk berbagi praktik baik dengan cara yang lebih fleksibel dan dekat dengan audiens mereka. Semoga ke depan, akan ada lebih banyak kesempatan untuk berbagi melalui berbagai platform, dan semakin banyak rekan-rekan yang terinspirasi untuk mencoba hal baru. Terima kasih kepada semua yang sudah bergabung dalam siaran LIVE kali ini—mari terus berbagi dan belajar bersama!

Akses Rekaman LIVE streaming di: https://www.instagram.com/p/DBbV2QEPxvB/


23 Oktober 2024

KELUBI (Kelas untuk Berbagi) Bersama Guru SD N 8 Mentok dan Perwakilan Guru dari SD N 6, SD N 12, dan SD N 23 Mentok

 Kelubi, asinan khas Babel rasanya asem-asem manis, tapi disukai banyak orang. Begitu pula dengan teknologi, bagi sebagian guru rumit untuk diterapkan, tetapi sangat dinantikan oleh murid.



Pada Selasa, 22 Oktober 2024, saya berkesempatan untuk berkolaborasi dalam kegiatan *KELUBI* (Kelas untuk Berbagi) bersama para guru dan kepala sekolah dari beberapa sekolah di Kecamatan Mentok, Bangka Barat. Kegiatan ini diadakan di SD N 8 Mentok, dengan dihadiri oleh perwakilan dari SD N 6, SD N 12, dan SD N 23. Acara ini bertujuan untuk berbagi praktik baik terkait pemanfaatan media pembelajaran yang telah kami kembangkan pada level 3 Sahabat Teknologi 2024.


Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang penuh semangat dan antusias. Para peserta tampak sangat tertarik dengan materi yang kami sajikan, terutama mengenai bagaimana media pembelajaran berbasis teknologi dapat meningkatkan efektivitas dan interaktivitas di kelas. Saya bersama Sahabat Teknologi 2024 dari kecamatan Mentok, Bangka Barat, memandu sesi berbagi ini, memperkenalkan berbagai alat dan strategi yang telah kami uji di kelas masing-masing.



Kolaborasi dan Pemanfaatan Media Pembelajaran

Dalam sesi ini, kami fokus pada media pembelajaran digital yang dapat membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif dan menyenangkan bagi siswa. Mulai dari penggunaan Canva, *Quizizz*, hingga game edukasi, kami menunjukkan bagaimana teknologi bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

Kolaborasi dengan Nur'Aini, Sahabat Teknologi 2024


Kami juga mendemonstrasikan beberapa media yang saya kembangkan di level 3 program Sahabat Teknologi, seperti gim edukasi *Jemari* yang dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran kolaboratif. Peserta diajak untuk mencoba langsung media-media ini dan berdiskusi mengenai bagaimana mereka bisa mengimplementasikannya di sekolah masing-masing.


**Imbas Positif bagi Rekan Guru di Sekolah**

Hal yang paling menggembirakan adalah antusiasme peserta yang tinggi untuk menerapkan apa yang mereka pelajari di sekolah masing-masing. Setiap peserta berkomitmen untuk mengimbas materi praktik baik ini kepada rekan-rekan guru mereka di sekolah. Dengan begitu, diharapkan media pembelajaran berbasis teknologi dapat diterapkan lebih luas di berbagai sekolah, bukan hanya di Mentok, tetapi juga di kecamatan lain di Bangka Barat.


**Kesimpulan**

Kegiatan KELUBI ini menjadi wadah yang efektif untuk berbagi inspirasi dan praktik baik antar guru. Dengan semangat kolaborasi dan kemauan untuk terus belajar, kami berharap pendidikan di Bangka Barat, khususnya di Mentok, akan terus berkembang melalui pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari Sahabat Teknologi 2024, dan saya optimis kegiatan seperti ini akan membawa dampak positif bagi dunia pendidikan.


Terima kasih kepada seluruh peserta, kepala sekolah, dan guru yang telah berpartisipasi, serta kepada Sahabat Teknologi 2024 yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Semoga langkah-langkah kecil ini bisa membawa perubahan besar bagi pendidikan di Bangka Barat.

Daftar hadir peserta (18 peserta)





Berbagi Kreativitas dan Keterampilan Digital di Webinar Sahabat Pembatik 2024: BEKISAH

Kemarin, pada Selasa, 22 Oktober 2024, saya merasa sangat beruntung bisa menjadi salah satu narasumber di Webinar Sahabat Pembatik 2024: BEKISAH (Berbagi Kita Saling Asah). Acara ini benar-benar luar biasa! Bersama dengan rekan-rekan Sahabat Teknologi dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kami berbagi inspirasi dan keterampilan tentang bagaimana memanfaatkan Canva untuk membuat media pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.



Apa yang menarik?

Melalui webinar ini, kami mengajak para guru untuk menggali potensi mereka dalam menciptakan konten pembelajaran yang menarik dengan Canva. Saya dan teman-teman Sahabat Teknologi juga berbagi praktik baik yang telah kami lakukan di kelas, khususnya bagaimana kami mengkreasikan berbagai media pembelajaran menggunakan Canva, mulai dari infografis, poster, hingga presentasi interaktif. Praktik-praktik ini telah kami terapkan untuk memudahkan siswa memahami materi dengan lebih visual dan engaging.



Saya sendiri berbagi pengalaman praktis tentang bagaimana mengintegrasikan elemen visual yang mudah dipahami siswa, dan menggunakan Canva untuk berkreasi Gim Edukasi. Saya berbagi bagaimana gim edukasi dapat memberikan dukungan pembelajaran yang menyenangkan, efisien dan inklusi.

Salah satu momen paling berkesan adalah ketika Jihan Aryani,Manager Komunitas Canva Indonesia, memaparkan berbagai tips cerdas dalam menggunakan Canva untuk pendidikan. Banyak peserta yang berkomentar bagaimana ide-ide ini membuka wawasan baru tentang cara mereka mendesain materi pembelajaran digital.

Webinar ini juga memperlihatkan betapa pentingnya keterampilan digital dalam dunia pendidikan saat ini. Para peserta pulang dengan semangat baru dan tentunya, banyak ide segar untuk diterapkan di kelas masing-masing.



Saya merasa sangat terinspirasi bisa berbagi dalam acara ini dan berharap semoga ke depan kita bisa terus mengasah kreativitas dan berbagi ilmu di komunitas pendidikan. Terima kasih kepada semua peserta yang sudah bergabung, semoga kita bisa terus berkolaborasi untuk memajukan pendidikan digital di Indonesia! 🎨✨

Diikuti sekitar 60 peserta


Presensi kehadiran

Sampai jumpa di acara berbagi berikutnya! 👋

Oh ya, ini nih, rekaman kegiatannya, silakan mampir...

22 Oktober 2024

Berbagi Praktik Baik Pemanfaatan Game Edukasi "JEMARI" di SD Negeri 20 Mentok

Pada tanggal 21 Oktober 2024, SD Negeri 20 Mentok menjadi tuan rumah kegiatan berbagi praktik baik yang saya adakan bersama teman-teman guru dari SD N 20 Mentok, SD N 14 Mentok, SD 3 , SD 4 , dan SD 14 Simpang Teritip. Pada kesempatan ini, saya memperkenalkan sebuah inovasi pembelajaran yang saya kembangkan, yaitu game edukasi JEMARI, yang merupakan singkatan dari Jelajah Keanekaragaman Hayati Indonesia.


Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. JEMARI hadir sebagai media pembelajaran interaktif untuk mengenalkan kekayaan flora dan fauna nusantara kepada siswa sekolah dasar. Melalui permainan ini, siswa diajak menjelajah berbagai ekosistem di Indonesia, mengenal jenis-jenis tumbuhan dan hewan, serta memahami pentingnya melestarikan alam sekitar.

Dalam game ini, siswa diberikan misi untuk mengeksplorasi hutan, laut, dan gunung yang ada di Indonesia. Setiap tantangan dalam JEMARI dirancang untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang spesies endemik Indonesia, hubungan antar makhluk hidup, dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati agar generasi mendatang dapat terus menikmati keindahan alam kita.

Kegiatan berbagi praktik baik ini diikuti oleh guru-guru dari berbagai sekolah, termasuk SD 14 Mentok, SD 3 Mentok, SD 4 Mentok, dan SD 14 Simpang Teritip. Dalam sesi diskusi, kami saling bertukar pikiran dan pengalaman tentang bagaimana game edukasi seperti JEMARI dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum, serta cara-cara menarik untuk melibatkan siswa dalam pembelajaran yang interaktif dan penuh makna.

Foto bersama dulu yuk!


Para peserta sangat antusias dengan konsep JEMARI yang tidak hanya memberikan pembelajaran akademis, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai lingkungan dan pelestarian alam kepada siswa. Banyak guru yang melihat potensi besar dari game ini untuk menjadi alat bantu yang efektif dalam pembelajaran tematik, terutama yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan pendidikan karakter.

Berikut cuplikannya!

      



 Dampak dan Harapan ke Depan

Setelah presentasi dan uji coba game JEMARI, para guru dari berbagai sekolah menyatakan ketertarikan mereka untuk mengadopsi dan menerapkan permainan ini di kelas masing-masing. Beberapa peserta bahkan berencana untuk memodifikasi JEMARI agar sesuai dengan konteks lokal sekolah mereka, sehingga materi yang disampaikan lebih relevan dengan lingkungan siswa.


Dengan adanya kegiatan berbagi praktik baik ini, saya berharap JEMARI dapat digunakan secara luas di berbagai sekolah, tidak hanya di Mentok, tetapi juga di seluruh Indonesia. Melalui JEMARI, kita dapat menanamkan kecintaan terhadap alam dan kesadaran akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati kepada generasi muda, agar mereka menjadi garda depan dalam upaya pelestarian lingkungan di masa depan.



20 Oktober 2024

✨ Mengikuti Kelas Asinkronus bersama Para Duta Teknologi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan 30 Guru Sahabat Teknologi 2024 ✨

Hari ini penuh inspirasi! Walau jam malam, jam bersantai, 18 Oktober 2024, Saya berkesempatan mengikuti kelas asinkronus bersama para Duta Teknologi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan 30 guru Sahabat Teknologi 2024. Kegiatan ini dibuka dengan semangat oleh Bapak Mohamad Adning, Ph.D dari BLPT, dan dimoderatori oleh Pak Tedi Hadiana yang penuh semangat.

Pengantar dari Mohamad Adning,Ph.D

Sesi ini begitu bermanfaat dengan materi-materi luar biasa dari para pemateri hebat: ✅ Bu Supriyatni membawakan konsep komunikasi yang kuat dan efektif, penting untuk membangun kolaborasi di era digital. ✅ Mam Ismi berbagi insight tentang pemanfaatan sosial media dalam pembelajaran, sangat relevan untuk mengoptimalkan teknologi saat ini. ✅ Bu Ilfa memberikan penguatan dalam penulisan karya ilmiah, membekali kami untuk lebih percaya diri dalam membuat artikel dan penelitian. ✅ Bu Rani dan Pak Dedi memaparkan dengan detail tugas PembaTIK Level 4, membantu kami lebih memahami langkah-langkah penting untuk sukses di program ini.

Berikut intisari dari materi yang saya pahami selama kelas asinkronus bersama para Duta Teknologi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Sahabat Teknologi 2024:

  1. Konsep Komunikasi (Bu Supriyatni): Komunikasi yang efektif adalah kunci untuk membangun kolaborasi dan memfasilitasi pembelajaran berbasis teknologi. Pentingnya pemahaman antara pengirim dan penerima pesan dijelaskan secara jelas.

  2. Pemanfaatan Sosial Media (Mam Ismi): Sosial media dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan keterlibatan siswa, menyebarluaskan informasi pendidikan, serta memperluas jaringan guru dalam mengembangkan pembelajaran.

  3. Penguatan Penulisan Karya Ilmiah (Bu Ilfa): Ditekankan pentingnya struktur yang baik dalam karya ilmiah, pengembangan ide, serta mengikuti aturan yang berlaku dalam penulisan akademik agar hasil penelitian lebih berkualitas.

  4. Tugas PembaTIK Level 4 (Bu Rani dan Pak Dedi): Tugas PembaTIK Level 4 menekankan berbagi praktik baik pemanfaatan media pembelajaran digital yang sudah dikembangkan pada level 3, baik itu bentuk blog maupun vlog. 

Diskusi yang seru dan penuh semangat membuat suasana semakin hidup! 🌟 Terima kasih untuk pengalaman luar biasa ini!

#SahabatTeknologi2024 #DutaTeknologi #PembaTIK #InovasiPendidikan #GuruBerbagi #TeknologiPembelajaran #BangkaBelitung


Sambil jaga toko, tetep aktif kok mengikuti kelas, hehehe


19 Oktober 2024

SEJIRAN Kolaborasi bersama Sahabat Teknologi 2024 dari Kabupaten Bangka Barat


 

Pada 18 Oktober 2024, setelah saya berbagi inspirasi dan pengalaman dengan para guru di sekolah, saya langsung melanjutkan kegiatan ke SEJIRAN 2024 – Seminar Jelajah Inovasi dan Ragam Teknologi dalam Pembelajaran. Kegiatan ini diikuti oleh 100 guru dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bangka Barat, yang semua antusias berbagi cerita dan praktik baik seputar penerapan teknologi dalam pembelajaran.

Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Disdikpora Kabupaten Bangka Barat, Bapak Henky Wibawa, M.Pd., yang memberikan sambutan hangat dan dukungan penuh terhadap inisiatif untuk meningkatkan keterampilan teknologi para guru. Beliau menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa.



Sambutan Plt.Kepala Disdikpora Kabupaten Bangka Barat

Saya tidak sendirian dalam acara ini. Saya berkolaborasi dengan Sahabat Teknologi 2024 lainnya dari Bangka Barat: Hence, Paslah, dan Nur Aini. Kami saling memandu jalannya webinar, bergantian berbagi cerita dan pengalaman mengenai inovasi yang sudah kami kreasikan dan terapkan di kelas masing-masing. Walaupun ada sedikit kendala pada jaringan internet, semangat berbagi kami tidak surut. Kami tetap antusias dan bersemangat dalam menyampaikan berbagai praktik baik yang telah kami kembangkan.

Sahabat Teknologi 2024 adalah wadah di mana para guru di Bangka Barat dapat saling berbagi dan belajar tentang penggunaan alat digital seperti Quizizz, Canva, dan berbagai media pembelajaran interaktif lainnya. Melalui SEJIRAN, kami berharap semakin banyak guru yang terinspirasi untuk mencoba pendekatan-pendekatan baru dalam pembelajaran digital. Saya berbagi praktik baik tentang penggunaan Gim Edukasi yang saya kembangkan yakni JEMARI.

Tampilan Layar SEJIRAN

Walaupun tantangan dalam koneksi internet menjadi kendala yang tidak terhindarkan, antusiasme dari para peserta sungguh luar biasa. Guru-guru tetap semangat berpartisipasi, aktif bertanya, dan berbagi pengalaman mereka sendiri dalam menerapkan teknologi di kelas. Ini menjadi bukti bahwa semangat inovasi dan pembelajaran tidak akan pernah padam, meski terkendala oleh teknologi.

Saya merasa sangat bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian dari SEJIRAN 2024. Semoga acara ini bisa menjadi titik awal bagi lebih banyak inovasi dan kolaborasi dalam dunia pendidikan di Kabupaten Bangka Barat. Hingga jumpa di kegiatan berbagi inspiratif berikutnya!

Salam Inovasi!!!


Presensi Kehadiran Peserta , tercatat 100 peserta yang ikut menyimak






Berbagi Praktik Baik di Markas Sendiri (Komunitas Sekolah Santa Maria Mentok)


 

Pada tanggal 18 Oktober 2024, SD Santa Maria Mentok menggelar kegiatan SI KETEM (Sesi Inspirasi Kreasi Teknologi dalam Pembelajaran), sebuah acara yang bertujuan untuk berbagi praktik baik dalam penerapan teknologi digital di dunia pendidikan. Acara ini dihadiri oleh guru-guru dari TK hingga SMP Santa Maria yang sangat antusias untuk mendalami pemanfaatan media digital dalam pembelajaran.

Sebagai narasumber, saya berkesempatan berbagi pengalaman dan inovasi yang telah saya kembangkan di kelas 5 SD. Salah satu media pembelajaran yang menjadi sorotan dalam sesi ini adalah JEMARI (Jelajah Keanekaragaman Hayati Indonesia), sebuah gim edukasi yang saya kembangkan untuk membantu siswa memahami keanekaragaman hayati di Indonesia. Media ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang materi, tetapi juga menjadikan pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

Menampilkan dokumentasi praktik baik yang sudah dilakukan di kelas


Dalam sesi tersebut, saya juga memperkenalkan beberapa media inovatif lain yang sudah saya terapkan di kelas. Dengan memanfaatkan platform digital seperti Canva, Genially, dan Quizizz, saya mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan bervariasi. Hasilnya, siswa menjadi lebih aktif, terlibat, dan termotivasi dalam proses belajar.

Saya juga membagikan dampak positif yang saya rasakan setelah menerapkan media digital di kelas. Salah satu dampaknya adalah peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi kelas. Mereka lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat karena pendekatan berbasis gim dan visual sangat sesuai dengan gaya belajar mereka. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih inklusif, di mana setiap siswa—dari berbagai gaya belajar—dapat berkontribusi dan berkembang dengan caranya masing-masing.

Menampilkan Gim Edukasi yang dikreasikan di PembaTIK Level 3 

Kegiatan SI KETEM ini bukan hanya sekadar berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi ajang diskusi dan kolaborasi antara guru dari berbagai unit sekolah. Saya berharap praktik baik ini dapat diimplementasikan di kelas lain, sehingga seluruh siswa di Santa Maria mendapatkan manfaat yang sama dari penerapan teknologi dalam pembelajaran.

Dengan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, kita membuka peluang baru bagi siswa untuk belajar lebih kreatif dan efektif. Semoga inspirasi yang dibagikan dalam acara ini dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak guru untuk berinovasi di kelas mereka masing-masing.


Presensi Kegiatan dari TK, SD, SMP Santa Maria Mentok


16 Oktober 2024

Perjalanan Pertama Sebagai Sahabat Teknologi 2024: Berbagi Praktik Baik di SD Mentok






Jalan-jalan ke Tanjung Ular
Singgah sebentar ke Aik Biat
Dakde kate sulit kalo nek belajar 
Yang penting ade kek niat! 

Pantun ini membuka salam pertemuan saya di perjumpaan kegiatan berbagi praktik baik pertama saya sebagai Sahabat Teknologi 2024.

Tanggal 15 Oktober 2024 menjadi momen istimewa bagi saya, Suwito, sebagai Sahabat Teknologi dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ini adalah kegiatan berbagi praktik baik pertama saya sejak ditetapkan sebagai peserta PembaTIK Level 4 tahun 2024, sebuah program inovasi pembelajaran digital dari Kemendikbudristek. Perjalanan menuju SDN 19 Mentok, lokasi kegiatan, memakan waktu sekitar 30 menit dengan motor. Saya melewati lembah kaki bukit Menumbing, ikon Kota Mentok, hamparan semak belukar di sepanjang jalan, dan disambut hembusan angin pantai Tanjung Ular yang menyejukkan.

Meskipun jarak tempuh sekitar 12 km dari pusat kota, saya merasa bersemangat untuk berbagi bersama sekitar 40 guru dari tiga sekolah, yaitu SDN 9 Mentok, SDN 19 Mentok, dan SDN 11 Mentok. Terletak di pesisir pantai, lokasi ini memiliki daya tarik tersendiri, sekaligus tantangan tersendiri bagi para narasumber karena akses yang relatif jauh. Namun, niat saya kuat untuk berbagi, terutama karena sekolah-sekolah seperti ini sering meminta untuk dibagikan praktik baik.
Melewati lembah bukit Menumbing, ikon Kota Mentok, menuju lokasi berbagi praktik baik.

Kolaborasi saya dengan tiga rekan guru dan kepala sekolah dalam acara Pengimbasan Sekolah Penggerak ini menjadi kesempatan luar biasa untuk menumpang panggung, apalagi temanya sejalan dengan PembaTIK Level 4: Inovasi Pembelajaran Digital sebagai Wujud Implementasi Kurikulum Merdeka.


Selama kegiatan, saya memaparkan tentang media pembelajaran yang saya kembangkan pada level 3 PembaTIK yakni JEMARI (Jelajah Keanekaragaman Hayati Indonesia). Selain itu juga saya memaparkan praktik baik penggunaan Canva untuk Pendidikan sebagai alat bantu yang dapat menginovasikan sumber belajar digital. Canva memungkinkan guru-guru untuk membuat media ajar yang interaktif, menarik, dan mudah diakses. Selain itu, saya juga memperkenalkan aplikasi seperti Quizziz dan Wordwall untuk membantu guru melakukan asesmen berbasis digital dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Peserta tampak bersemangat dan ceria mengikuti sesi berbagi praktik baik
Guru-guru dari 3 sekolah tampak bersemangat dan ceria mengikuti sesi berbagi praktik baik.



Berkolaborasi dengan guru lain melakukan demonstrasi menggunakan Quizziz mode kertas

Manfaat utama dari penggunaan platform digital ini adalah kemampuannya untuk meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya proses pembelajaran, dan mempermudah asesmen. Guru-guru dapat lebih mudah menyesuaikan media ajar dengan kebutuhan kurikulum dan gaya belajar siswa. Dengan inovasi ini, saya berharap dapat membuka peluang bagi sekolah-sekolah di daerah terpencil untuk mengimplementasikan digitalisasi pendidikan yang lebih efektif dan kreatif. Pengalaman berbagi praktik baik ini mengingatkan saya bahwa jarak dan akses tidak seharusnya menjadi penghalang dalam menyebarkan manfaat teknologi untuk pendidikan. Saya merasa bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan inovasi ini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Semoga praktik baik ini terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak lagi sekolah di wilayah ini.

Presensi kehadiran peserta di kegiatan Pengimbasan Sekolah Penggerak, terdaftar 30 guru dari 3 sekolah.





Sebagian sudah pulang, lupa foto bersama, yuk foto bersama, chisssss ^^v


13 Oktober 2024

Penerapan Games Jemari dalam Pembelajaran di Kelas: Menyenangkan dan Menginspirasi!

Meningkatkan Kompetensi Digital Siswa Melalui Duolingo dalam Pembelajaran Mandarin

Hai, bapak ibu guru hebat! Saya ingin berbagi praktik baik yang saya terapkan di kelas Mandarin, yaitu memfasilitasi kompetensi digital siswa dengan menggunakan aplikasi Duolingo. Duolingo yang dikenal sebagai platform pembelajaran bahasa berbasis digital ternyata sangat efektif, mudah diakses, dan menarik bagi siswa, terutama dalam pelajaran Mandarin. Dengan aplikasi ini, siswa dapat belajar bahasa dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif, mengikuti kecepatan mereka sendiri.

Ketika pertama kali memperkenalkan Duolingo, siswa tampak antusias mencoba berbagai level yang menantang. Aplikasi ini tidak hanya mempermudah mereka belajar kosakata dan tata bahasa dasar Mandarin, tetapi juga memperkenalkan budaya dan intonasi bahasa dengan cara yang menarik. Selain itu, sistem gamification dalam Duolingo, seperti rewards, tantangan, dan level, membuat siswa lebih termotivasi untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan mereka.

Saya merasakan dampak positif yang luar biasa dari penggunaan Duolingo. Siswa tidak hanya mengembangkan kompetensi digital mereka dengan menggunakan aplikasi, tetapi juga lebih percaya diri dalam belajar bahasa. Mereka bisa mempelajari materi Mandarin kapan pun dan di mana pun, sehingga lebih terampil dalam penggunaan teknologi pendidikan.


Melalui penerapan Duolingo di kelas Mandarin, saya berharap bisa terus mendukung penguasaan kompetensi digital siswa, sekaligus membuat pembelajaran bahasa lebih seru dan berkesan.

Kalau Bapak Ibu seperti apa kegiatan yang menfasilitasi keterampilan digital di kelas?

Baca juga yang ini ya...

Ini Dia, Rencana Aksi Saya Sebagai Sahabat Teknologi! Manusia Merencanakan, Tuhan Menggariskan!

Dalam rentang waktu 14-28 Oktober 2024, saya berkesempatan menjalankan Action Plan sebagai Sahabat Teknologi 2024 Provinsi Kepulau...