16 Oktober 2024

Perjalanan Pertama Sebagai Sahabat Teknologi 2024: Berbagi Praktik Baik di SD Mentok






Jalan-jalan ke Tanjung Ular
Singgah sebentar ke Aik Biat
Dakde kate sulit kalo nek belajar 
Yang penting ade kek niat! 

Pantun ini membuka salam pertemuan saya di perjumpaan kegiatan berbagi praktik baik pertama saya sebagai Sahabat Teknologi 2024.

Tanggal 15 Oktober 2024 menjadi momen istimewa bagi saya, Suwito, sebagai Sahabat Teknologi dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ini adalah kegiatan berbagi praktik baik pertama saya sejak ditetapkan sebagai peserta PembaTIK Level 4 tahun 2024, sebuah program inovasi pembelajaran digital dari Kemendikbudristek. Perjalanan menuju SDN 19 Mentok, lokasi kegiatan, memakan waktu sekitar 30 menit dengan motor. Saya melewati lembah kaki bukit Menumbing, ikon Kota Mentok, hamparan semak belukar di sepanjang jalan, dan disambut hembusan angin pantai Tanjung Ular yang menyejukkan.

Meskipun jarak tempuh sekitar 12 km dari pusat kota, saya merasa bersemangat untuk berbagi bersama sekitar 40 guru dari tiga sekolah, yaitu SDN 9 Mentok, SDN 19 Mentok, dan SDN 11 Mentok. Terletak di pesisir pantai, lokasi ini memiliki daya tarik tersendiri, sekaligus tantangan tersendiri bagi para narasumber karena akses yang relatif jauh. Namun, niat saya kuat untuk berbagi, terutama karena sekolah-sekolah seperti ini sering meminta untuk dibagikan praktik baik.
Melewati lembah bukit Menumbing, ikon Kota Mentok, menuju lokasi berbagi praktik baik.

Kolaborasi saya dengan tiga rekan guru dan kepala sekolah dalam acara Pengimbasan Sekolah Penggerak ini menjadi kesempatan luar biasa untuk menumpang panggung, apalagi temanya sejalan dengan PembaTIK Level 4: Inovasi Pembelajaran Digital sebagai Wujud Implementasi Kurikulum Merdeka.


Selama kegiatan, saya memaparkan tentang media pembelajaran yang saya kembangkan pada level 3 PembaTIK yakni JEMARI (Jelajah Keanekaragaman Hayati Indonesia). Selain itu juga saya memaparkan praktik baik penggunaan Canva untuk Pendidikan sebagai alat bantu yang dapat menginovasikan sumber belajar digital. Canva memungkinkan guru-guru untuk membuat media ajar yang interaktif, menarik, dan mudah diakses. Selain itu, saya juga memperkenalkan aplikasi seperti Quizziz dan Wordwall untuk membantu guru melakukan asesmen berbasis digital dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Peserta tampak bersemangat dan ceria mengikuti sesi berbagi praktik baik
Guru-guru dari 3 sekolah tampak bersemangat dan ceria mengikuti sesi berbagi praktik baik.



Berkolaborasi dengan guru lain melakukan demonstrasi menggunakan Quizziz mode kertas

Manfaat utama dari penggunaan platform digital ini adalah kemampuannya untuk meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya proses pembelajaran, dan mempermudah asesmen. Guru-guru dapat lebih mudah menyesuaikan media ajar dengan kebutuhan kurikulum dan gaya belajar siswa. Dengan inovasi ini, saya berharap dapat membuka peluang bagi sekolah-sekolah di daerah terpencil untuk mengimplementasikan digitalisasi pendidikan yang lebih efektif dan kreatif. Pengalaman berbagi praktik baik ini mengingatkan saya bahwa jarak dan akses tidak seharusnya menjadi penghalang dalam menyebarkan manfaat teknologi untuk pendidikan. Saya merasa bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan inovasi ini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Semoga praktik baik ini terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak lagi sekolah di wilayah ini.

Presensi kehadiran peserta di kegiatan Pengimbasan Sekolah Penggerak, terdaftar 30 guru dari 3 sekolah.





Sebagian sudah pulang, lupa foto bersama, yuk foto bersama, chisssss ^^v


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca juga yang ini ya...

Ini Dia, Rencana Aksi Saya Sebagai Sahabat Teknologi! Manusia Merencanakan, Tuhan Menggariskan!

Dalam rentang waktu 14-28 Oktober 2024, saya berkesempatan menjalankan Action Plan sebagai Sahabat Teknologi 2024 Provinsi Kepulau...